Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Mengapa Tetap banyak diminati burung Murai batu??
Thu Nov 03, 2011 11:12 am by muraibatu.org

» Cara membedakan Bakalan Murai Batu Jantan dan Betina
Thu Nov 03, 2011 11:11 am by muraibatu.org

» Murai batuku knapa?
Thu Nov 03, 2011 11:10 am by muraibatu.org

» Aquarium Ikan Hias Laut Jakarta, Penjualan tanaman hias laut, Koral dekorasi, Pasir putih, Air laut, Pengadaan/ pembuatan aquarium air laut, Service filter dan aquarium air laut, Jasa perawatan aquarium ikan hias air laut, Cuci kuras aquarium
Wed Jul 20, 2011 4:04 am by aquariumikanhiaslaut

» Aquarium Ikan Hias Laut Jakarta, Penjualan tanaman hias laut, Koral dekorasi, Pasir putih, Air laut, Pengadaan/ pembuatan aquarium air laut, Service filter dan aquarium air laut, Jasa perawatan aquarium ikan hias air laut, Cuci kuras aquarium
Wed Jul 20, 2011 4:03 am by aquariumikanhiaslaut

» Aquarium Ikan Hias Laut Jakarta, Penjualan tanaman hias laut, Koral dekorasi, Pasir putih, Air laut, Pengadaan/ pembuatan aquarium air laut, Service filter dan aquarium air laut, Jasa perawatan aquarium ikan hias air laut, Cuci kuras aquarium
Wed Jul 20, 2011 4:02 am by aquariumikanhiaslaut

» Aquarium Ikan hias laut Jakarta,Penjualan tanaman hias laut, Koral dekorasi, Pasir putih, Air laut, Pengadaan/ pembuatan aquarium air laut, Service filter dan aquarium air laut, Jasa perawatan aquarium ikan hias air laut, Cuci kuras aquarium
Wed Jul 20, 2011 4:01 am by aquariumikanhiaslaut

» Sekilas Mengenai Great Dane
Mon Jun 13, 2011 2:30 pm by ardee

» newbie - salon anjing yg bisa dipanggil
Fri Apr 01, 2011 9:05 am by zerohero

Navigation
 Portal
 Index
 Memberlist
 Profile
 FAQ
 Search
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar


Lanjutan III dari Perkin

View previous topic View next topic Go down

Lanjutan III dari Perkin

Post  Dewi on Fri Sep 26, 2008 3:54 pm

1. Anjing mengikuti pawang dengan tali penuntun 10 poin
• Perintah: “heel ”/”samping”
Pawang diizinkan menggunakan perintah ini hanya ketika mulai bergerak dari posisi
awal dan ketika pergantian kecepatan langkah kaki.
• Penjelasan dari rutinitas ini: sebelum memulai latihan, pawang akan mendekati juri
dengan menuntun anjing dengan tali dan pawang akan melapor kepada juri. Anjing
harus duduk di samping kiri pawang dengan rapi selama proses pelaporan. Keluar dari
posisi awal, anjing mengikuti pawangnya dengan penuh perhatian, senang dan dengan
sikap sungguh-sungguh ketika menerima perintah “heel/samping ” dari pawang. Bahu
anjing harus sejajar dengan lutut kiri pawang. Ketika pawang berhenti, anjing harus
duduk dengan cepat dan tegap tanpa pengaruh apapun dari pawang. Pada awal rutinitas
ini pawang menuntun anjingnya berjalan 50 langkah kedepan, kemudian menunjukan
balik kanan/kiri dan jalan biasa sejauh 10-15 langkah, kemudian pawang merubah
kecepatan langkah dengan berlari 10-15 langkah, setelah itu pawang mengubah
kecepatan langkah dengan langkah pelan/lambat sejauh 10-15 langkah, dan kemudian
langkah biasa lagi sejauh 10-15 langkah, kemudian belok kanan dan berjalan 10-15
langkah, kemudian belok kanan lagi dan jalan biasa 10-15 langkah, terus pawang
menunjukkan balik kanan/kiri dan berjalan 10-15 langkah dan diam/halt. Pada waktu
diam pawang tidak mempengaruhi anjingnya sama sekali. Begitu juga pada waktu
kembali berjalan. Dari posisi halt/diam, pawang kembali berjalan 10-15 langkah dan
belok kiri dan berjalan kearah posisi grup 4 orang melewati posisi awal. Perpindahan
dari langkah cepat ke langkah lambat dilakukan tanpa ada langkah transisi diantaranya.
Perbedaan kecepatan kedua langkah tersebut harus terlihat dengan jelas. Atas instruksi
dari juri, pada akhir rutinitas, pawang dan anjingnya berjalan mengelilingi sekelompok
orang yang bergerak, yang terdiri dari empat orang. Di dalam kelompok, pawang harus
menuntun anjingnya mengitari dua orang seperti angka “8” kemudian harus berhenti
didalam kelompok tersebut sekali. Juri berhak meminta pawang untuk mengulang sekali
lagi rutinitas tersebut. Pawang dan anjingnya kemudian meninggalkan kelompok dan
kembali ke posisi awal.
• Penilaian: tali penuntun tegang, anjing berjalan terlambat dibelakang, berjalan
disamping kiri pawang dengan jarak terlalu renggang, berjalan terlalu kedepan, duduk
yang pelan atau ragu-ragu melakukannya, memberikan perintah tambahan, pawang
memberikan bantuan fisik, anjing tidak konsentrasi selama dalam penuntunan pawang,
baik itu waktu bergerak lurus dan/atau pada waktu belokan atau pada waktu balik arah,
dan/atau anjing yang bekerja dengan perasaan tidak gembira akan dievaluasi secara
keseluruhan.

2. Anjing mengikuti pawang tanpa tali penuntun 15 poin
• Perintah: “heel ”/”samping”
Pawang diizinkan menggunakan perintah ini hanya ketika mulai bergerak dari posisi
awal dan ketika pergantian kecepatan langkah kaki.
• Penjelasan dari rutinitas ini: setelah selesai rutinitas menuntun anjing dengan tali
penuntun, pawang kembali ke posisi awal dan membuka tali penuntun serta
mengalungkannya pada pundaknya dari kiri ke kanan. Anjing harus duduk di samping
kiri pawang dengan rapi selama proses ini berlangsung. Keluar dari posisi awal, anjing
mengikuti pawangnya dengan penuh perhatian, senang dan dengan sikap sungguhsungguh
ketika menerima perintah “heel/samping ” dari pawang. Bahu anjing harus sejajar dengan lutut kiri pawang. Ketika pawang berhenti, anjing harus duduk dengan cepat dan tegap tanpa pengaruh apapun dari pawang. Pada awal rutinitas ini pawang menuntun anjingnya berjalan 50 langkah kedepan, kemudian menunjukan balik kanan/kiri dan jalan biasa sejauh 10-15 langkah, kemudian pawang merubah kecepatan langkah dengan berlari 10-15 langkah, setelah itu pawang mengubah kecepatan langkah dengan langkah pelan/lambat sejauh 10-15 langkah, dan kemudian langkah biasa lagi sejauh 10-15 langkah, kemudian belok kanan dan berjalan 10-15 langkah, kemudian belok kanan lagi dan jalan biasa 10-15 langkah, terus pawang menunjukkan balik kanan/kiri dan berjalan 10-15 langkah dan diam/halt. Pada waktu diam pawang tidak mempengaruhi anjingnya sama sekali. Begitu juga pada waktu kembali berjalan.
Dari posisi halt/diam, pawang kembali berjalan 10-15 langkah dan belok kiri dan berjalan
kearah posisi grup 4 orang melewati posisi awal.. Perpindahan dari langkah cepat ke langkah lambat dilakukan tanpa ada langkah transisi diantaranya. Perbedaan kecepatan
kedua langkah tersebut harus terlihat dengan jelas. Pada rutinitas ini diberikan 2 kali
tembakan dengan dengan pistol caliber 6mm dengan jarak tembak 15 langkah dari anjing, dan interval tembakan berjarak 5 detik. Atas instruksi dari juri, pada akhir rutinitas, pawang dan anjingnya berjalan mengelilingi sekelompok orang yang bergerak, yang terdiri dari empat orang. Di dalam kelompok, pawang harus menuntun anjingnya mengitari dua orang seperti angka “8” kemudian harus berhenti didalam kelompok tersebut sekali. Juri berhak meminta pawang untuk mengulang sekali lagi rutinitas tersebut. Pawang dan anjingnya kemudian meninggalkan kelompok dan kembali ke posisi awal.

• Penilaian: anjing berjalan terlambat dibelakang, berjalan disamping kiri pawang dengan
jarak terlalu renggang, berjalan terlalu kedepan, duduk yang pelan atau ragu-ragu
melakukannya, memberikan perintah tambahan, pawang memberikan bantuan fisik,
anjing tidak konsentrasi selama dalam penuntunan pawang, baik itu waktu bergerak
lurus dan/atau pada waktu belokan atau pada waktu balik arah, dan/atau anjing yang
bekerja dengan perasaan tidak gembira akan dievaluasi secara keseluruhan.

3. Duduk dalam gerakan sedang berjalan 10 poin
• Perintah masing-masing: “heel”/”samping”, “sit”/”duduk”
• Penjelasan dari rutinitas ini: dari posisi awal dengan perintah “heel”/”samping” pawang
menuntun anjingnya berjalan lurus ke depan tanpa tali penuntun, setelah 10-15 langkah,
pawang memberikan perintah “sit”/”duduk” dan anjingnya harus duduk dengan seketika
dan lurus tanpa pawang berhenti, tanpa mengubah kecepatan langkahnya atau sama
sekali tidak menoleh ke arah anjingnya. Dan pawang terus berjalan sejauh 30 langkah,
kemudian berhenti dan berputar balik seketika sehingga berhadapan dengan anjingnya
yang sedang duduk tenang. Atas sinyal dari juri, pawang kembali ke anjingnya dan
berdiri di sebelah kanan anjingnya.
• Penilaian: kesalahan bergerak dari posisi, duduk yang pelan, duduk yang malas, dan
tidak ada perhatian, akan dievaluasi secara keseluruhan. Jika anjing tiarap atau tetap
berdiri setelah menerima perintah “duduk”/”sit”, nilai akan dikurangi 5 poin.

4. Tiarap dalam keadaan sedang berjalan 15 poin
• Perintah masing-masing: “heel”/”samping”, “tiarap”/“down”, “datang”/”come”,
“samping” /” heel”
• Penjelasan dari rutinitas ini: dari posisi awal pawang memberikan perintah
“heel”/”samping” dan menuntun anjingnya tanpa tali penuntun bergerak lurus ke
kedepan, setelah 10-15 langkah pada langkah normal, pawang memberikan perintah
“tiarap”/”down”. Anjing harus menjatuhkan badannya dan tiarap dengan seketika dan
lurus tanpa pawang berhenti, tanpa mengubah kecepatan langkahnya atau sama sekali
tidak menoleh ke arah anjingnya. Dan pawang terus berjalan sejauh 30 langkah, kemudian berhenti dan berputar balik seketika sehingga berhadapan dengan anjingnya yang sedang tiarap tenang. Atas sinyal dari juri, pawang memanggil anjingnya dengan aba-aba “dating”/”come” atau nama anjingnya. Anjing harus datang dengan gembira, cepat dan lurus dan harus duduk berdekatan dan lurus di depan pawangnya. Atas sinyal juri, pawang member perintah “samping”/”heel”, anjing harus dengan cepat duduk lurus disamping kiri pawangnya, pundak anjing sejajar dengan lutut pawangnya.
• Penilaian: kesalahan bergerak dari posisi, tiarap yang lambat, tiarap yang malas, datang
dengan lambat, atau kecepatan datang melambat ketika menuju pawanngnya, kaki
pawang yang terbuka merenggang keluar, kesalahan duduk di depan pawangnya dan
kesalahan dalam rutinitas duduk disamping kiri pawang. Juri akan mengevaluasi secara
keseluruhan. Jika anjing tetap berdiri atau duduk setelah menerima perintah
“tarap”/”down”, nilainya akan dikurangi 5 angka.

5. Mengambil halter milik pawangnya 10 poin
• Perintah masing-masing: “bring”/”ambil”, “lepas”/”out”, “samping / heel”
• Penjelasan dari rutinitas ini: dari posisi awal pawang melemparkan halter (beratnya
650g) kira-kira sejauh 10 langkah. Perintah “ambil”/”bring” tidak akan diberikan sampai halternya jatuh diam di tanah. Anjingnya duduk dengan tenang tanpa tali penuntun di sebelah pawangnya. Begitu menerima perintah “bring”/”ambil” dari pawangnya, anjing tersebut harus berlari dengan cepat dan langsung ke arah halter, seketika mengambilnya dan mengembalikannya ke pawang dengan cepat dan langsung.
Anjingnya harus duduk sangat dekat di depan pawangnya. Anjing harus memegang halter sampai pawang memerintahnya untuk lepas. Setelah 3 detik atau atas sinyal juri, pawang mengambil halter dari mulut anjingnya dengan perintah “lepas”/”out”. Pawang harus memegang halter dengan tangan kanannya. Dengan perintah “samping”/”heel”, anjing harus dengan cepat kembali ke tempat posisi samping kiri pawang dan duduk, pundaknya sejajar dengan kaki pawangnya. Pawang tidak diizinkan untuk mengubah posisi atau selama rutinitas ini berlangsung.
• Penilaian: kesalahan posisi awal, lambat mengambil, kesalahan mengambil, kembali
dengan lambat / pelan, menjatuhkan halter, bermain-main dengan halter, kaki pawang
yang terbuka merenggang keluar, kesalahan duduk di depan pawangnya dan kesalahan
memposisikan anjing disamping kiri pawang pada akhir rutinitas ini. Juri akan
mengevaluasi semuanya secara keseluruhan. Melempar halter terlalu dekat, begitu juga
halnya bantuan dari pawang tanpa mengubah posisinya, akan dikenai pengurangan nilai.
Jika pawang meninggalkan posisinya sebelum rutinitas ini berakhir, rutinitas ini akan
dihitung sebagai kesalahan.Jika anjing tidak mengembalikan halter ke pawangnya,
rutinitas tersebut akan dinilai 0 (nol) poin.

6. Lompat rintangan untuk mengambil halter milik pawangnya 20 poin
• Perintah masing-masing: “hup”/”lompat”, “bring”/”ambil”, “lepas”/”out”, dan
“samping”/”heel”
• Penjelasan dari rutinitas ini: Pawang mempersiapkan diri dengan anjingnya di posisi
awal di depan papan rintangan yang berjarak sedikitnya lima langkah dari papan
rintangan. Dari posisi awal pawang melemparkan halter (seberat 650 gram) melewati
ketinggian papan rintangan 80 cm. Perintah “bring”/”ambil” tidak akan diberikan
sampai halterl jatuh ke tanah. Anjingnya duduk dengan tenang tanpa tali penuntun di sebelah kiri pawangnya. Ketika menerima perintah “hup”/”lompat” anjing harus seketika melompat melewati papan rintangan tersebut, dan seketika perintah “bring”/”ambil” diberikan ketika anjing sedang melompati papan rintangan, anjing berlari cepat dan langsung menghampiri dan mengambil halter, dan anjing harus kembali ke pawangnya dengan melompat balik melalui papan rintangan tersebut, kemudian anjing harus duduk sangat dekat di depan pawangnya. Anjing harus memegang halter beberapa saat, setelah 3 detik atau atas sinyal dari juri, pawang mengambil halter dari mulut anjingnya dengan perintah “lepas”/”out”. Pawang harus memegang halter dengan tangan kanannya. Dengan perintah “samping”/”heel”, anjing harus dengan cepat kembali ke tempat posisi sebelah kiri pawang dan duduk dengan pundak anjing sejajar dengan kaki pawangnya. Pawang tidak diizinkan untuk mengubah posisi selama rutinitas berlangsung.
• Penilaian: kesalahan posisi awal, lambat melompat dan mengambil, kesalahan
mengambil, kembali dengan lambat / pelan, menjatuhkan halter, bermain-main dengan
halter, kaki pawang yang terbuka merenggang keluar, kesalahan duduk di depan pawangnya dan kesalahan memposisikan anjing disamping kiri pawang pada akhir
rutinitas ini. Juri akan mengevaluasi secara keseluruhan. Bila anjing menyentuh papan
rintangan pada waktu melompat nilainya akan dikurangi hingga 1 poin. Sedangkan
melompat dengan memijak papan lompatan, nilainya akan dikurangi 2 angka. Nilai pembagian angka untuk rutinitas ini sebagai berikut:

Lompat lewat rintangan
Untuk mengambil halter 5 poin

Mengambil halter 5 poin

Lompat kembali
Dengan Halter 5 poin

Penyerahan halter
Dan penyelesaian 5 poin

Sebagian angka bisa diberikan pada rutinitas ini apabila paling sedikit 3 dari 4 bagian
rutinitas terlaksana dengan baik.
Kedua lompatan yang sempurna, mengambil tanpa kesalahan dan penyelesaian yang
baik pada waktu akhir rutinitas …………………………………………….. 20 angka
Menolak melompat untuk mengambil atau menolak melompat balik, sedangkan proses
mengambil barang tanpa ada kesalahan, juga penyelesaian yang baik …… 15 angka
Kedua lompatan yang sempurna, proses pengambilan halter baik, tidak ada penyelesaian
pada waktu akhir rutinitas ………………………………………………….. 15 angka
Halter yang dilempar oleh pawang, bila mendaratnya terlalu jauh, atau sangat susah
dilihat oleh anjing, pawang boleh meminta izin dari juri untuk mengulang melempar
halter tersebut, atau juri boleh memberikan saran untuk pawang agar melempar ulang
halter tersebut. Tidak ada pengurangan nilai untuk pengulangan ini. Anjing harus tetap
duduk tenang ketika semua ini sedang berlangsung. Berbagai bantuan dari pawang
dengan tanpa mengubah posisinya, akan dievaluasi juga. Jika pawang meninggalkan
posisinya sebelum rutinitas berakhir, rutinitas tersebut akan dihitung sebagai kesalahan.

Dewi

Posts : 16
Join date : 2008-04-29

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum